Cara Merawat Bonsai
Sebagai tanaman hidup pohon bonsai memerlukan perawatan yang memadai
sehingga hidupnya dapat seperti layaknya pohon yang hidup di alam bebas.
Untuk menjada dan merawat agar pohon bonsai tetap sehat kita perlu melakukan beberapa hal seperti: penyiraman, Menjemur, Pemangkasan, Pemupukan, Pembasmian hama,
1. Penyiraman
Setiap kali penyiraman kita harus melihat beberapa air mengalir keluar
dari lubangnya di bawah pot. Jangan lupa untuk membasahi daun selain
penyegaran dan juga untuk menghilangkan debu. Dalam menyiram bonsai
menggunakan air hujan atau air sumur, dan jika terpaksa menggunakan air
keran Anda harus bersabar terlebih dahulu untuk menghilangkan chloor.
dengan di endapkan dan di inepkan dahulu. Waktu menyiram bonsai jangan
terlalu banyak air karena memudahkan tumbuhnya jamur dan akar akan
membusuk, tapi bonsai juga tidak boleh kekeringan. Salah satu cara untuk
memeriksa tingkat kelembapan adalah dengan memasukkan tusuk gigi ke
dalam media tanah atau gunakan jari masuk dalam tanah sekitar satu
sentimeter (0,4 inci). Setelah berpengalaman tidak perlu lagi menggunakan
tusuk gigi atau jari, cukup dengan melihat tanah dalam pot sudah akan tahu.
Jadi siramlah pohon bonsai saat tanah sedikit kering. jadi tidak perlu
menyiram secara rutin. Sirami sebatang pohon dari atas menggunakan
penyiraman dengan nosel halus; ini akan mencegah tanah terhanyut.
Menggunakan air hujan yang terkumpul lebih baik (karena tidak
mengandung bahan kimia tambahan), tetapi saat ini tidak tersedia, tidak
ada masalah dalam menggunakan air keran yang normal.
2. Tanah
Tanah untuk bonsai akan sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup
bonsai. Karena itu gunakan campuran tanah yang tepat untuk setiap jenis
pohon bonsai (tanah bonsai banyak dijual di toko online), menggunakan
tanah biasa atau tanah kebun lebih cepat keras dan akan kekurangan air
dan akan membuat merana kehidupan bonsai. Ada sejumlah kualitas
yang dibutuhkan dalam campuran tanah yang baik Retensi air yang
bagus. Tanah harus
mampu menahan dan mempertahankan jumlah air yang cukup untuk
memasok air ke bonsai di antara setiap penyiraman. Drainase yang bagus.
Kelebihan air harus bisa langsung mengalir dari pot. Tanah yang tidak
memiliki drainase yang baik juga sangat rentan terhadap air, kurangnya
aerasi dan dapat menyebabkan terbentuknya garam. Terlalu banyak retensi
air juga akan menyebabkan akar membusuk, membunuh pohon.
Aerasi tanah adalah kelancaran pergerakan atau pertukaran udara didalam
tanah. Didalam tanah yang baik terdapat ruang-ruang (pori) yang seharusnya
terisi oleh udara yang disebut sebagai pori makro. Aerasi tanah berkaitan
secara langsung dengan porositas tanah, perkembangan akar dan kesuburan
tanah.
Komponen tanah Bonsai
Komponen yang paling penting untuk setiap campuran tanah bonsai
adalah Akadama, kompos pot organik dan kerikil halus (pasir). Akadama
adalah tanah liat Jepang yang dipanggang keras, yang khusus diproduksi
untuk keperluan Bonsai dan tersedia di semua toko bonsai online. Itu perlu
diayak sebelum menggunakannya. Perlu diingat bahwa setelah sekitar 2
tahun akadama mulai rusak dan perlu diganti, (Akadama biasanya diganti
dengan tanah liat yang dipanggang)
3. Penggantian Pot
Bonsai ditanam di pot dangkal, jadi mereka harus selalu diganti dengan
pot baru. Ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan akar baru. Jika Anda
akan mengganti pot yang digunakan untuk menumbuhkan bonsai, pilih pot
yang lebih besar ukurannya. Tujuannya untuk mengakomodasi pertumbuhan
bonsai. Panci juga harus memiliki lubang di bawahnya yang memungkinkan
kelebihan air mengalir keluar dari pot. Lubang ini berfungsi agar akar-akar
bonsai tidak dibenamkan oleh air.
Untuk jenis pohon bonsai yang cepat tumbuh subuh perlu di repoting sekitar
1-3 tahun sekali, terutama jika akarnya sudah padat. Pilihlah pot yang sesuai
dengan gaya bonsai, ukuran bonsai sehingga akan serasi. Jangan lupa
ketika memotong akar potong juga daun seperlunya.
4. Penjemuran dan Pemangkasan
Untuk menjaga pohon bonsai agar tetap memiliki kualitas yang baik harus
mendapatkan perhatian yang tepat antara penyiraman, penjemuran dan
pemangkasan. Pemangkasan batang, ranting, ranting dan daun bonsai. Ini
dilakukan untuk membentuk bonsai sesuai keinginan. Pemangkasan
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bonsai miliknya. Jika
pertumbuhan bonsai cepat, pemangkasan bisa dilakukan sebulan sekali.
Namun, jika pertumbuhan tanaman bonsai lambat, pemangkasan dilakukan
hanya dua atau tiga bulan.
5. Fertilisasi
Pemupukan tanaman bonsai harus dilakukan dengan dosis yang tepat.
Pemupukan dianjurkan sebulan sekali. Pupuk yang bisa digunakan adalah
NPK atau urea, sesuaikan dengan kebutuhan pohon bonsai. Selain pupuk
untuk tanaman, beri juga pupuk daun tiga kali per bulan.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit tanaman bonsai harus segera dihapus. Jika Anda tidak
memakan hama dan penyakitnya bisa menyebar dan akan merusak seluruh
pohon bonsai. Hama yang sering menyerang tanaman bonsai adalah ulat
dan wereng coklat. Cara termudah untuk menyingkirkan hama ini adalah
dengan menyemprotkan insektisida. Hewan peliharaan seperti kucing,
ayam dan anjing juga bisa menjadi hama untuk tanaman bonsai.
Hewan-hewan dapat merusak tanaman bonsai dengan mencakar
atau menginjak pohon.
7. Musuh Bonsai
Musuh-musuh bonsai adalah: Manusia, hewan, hama, virus, bakteri,
dan kelalaian pemiliknya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment